Kesenjangan sosial kata ini mungkin kata yang cocok untuk menggambarkan keadaan di Negeri ini, antara yang miskin dan yang kaya perbedaannya bagaikan langit dan bumi yang seakan tidak mungkin untuk mencapainya. Sang kaya semakin kaya sang miskin semakin teraniaya.
Kehidupan ekonomi memang teramat menyusahkan bila belum menemukan solusinya, namun percayalah bahwa pertolongan Tuhan itu ada.
Kita tidak membahas tentang bagaimana tegarnya orang (maaf) miskin, namun kita membahas sistem ekonomi yang ada di Negara ini, dalam UUD 1945 tertulis jelas dalam pasal 33 ayat 1 bahwa negara ini menganut sistem ekonomi koperasi, tapi sekarang kita lihat sistem ekonomi makro kita condong bahkan cenderung ke Kapitalis, bagaimana ini bisa terjadi?kenapa pemimpin negara ini mengingkari UUD 45? kita tidak tahu jawabnya yang pasti sistem ini akan menyengsarakan rakyat kecil, yang hanya akan menjadi penonton dalam pertunjukan persaingan ekonomi global.
MEA semakin memperkeruh kisruh ekonomi di rakyat kecil yang dulu hanya import bahan teksti, lanjut ke import beras, daging dan sekarang impor tenaga kerja why? apa yang anda pikirkan?
Namun jangan hanya menanyakan kinerja para pejabat negara namun kita juga harus belajar untuk tidak ketinggalandari negara tyetangga jangan hanya diam mari membuat usaha, atau berwirausaha, selama kita ada usaha di situ ada jalan yang akan menuntun kita pada keberhasilan meskipin akan menemui sebuah kegagalan terlebih dahulu.
salam sukses untuk kita semua...


No comments:
Post a Comment