Monday, 28 January 2019

PUTUS

Tak pandai ku berkata tak pandai pula ku menulis
Hanya tersimpan rapat di hati tanpa tahu cara untuk berekspresi
Sekali berekspresi hanya senyum yang terpancar
Senyum kepura - puraan, ini menyakitkan

Senyum ini hanya kamuflase dari jeritan hati
Oh saya menjerit dalam hati
Sakit, em Sakit Em sakit
Seakan hanya candaan karena ini sebuah kebiasaan

Candaan yang terlihat sempurna seperti kenyataan
Kenyataannya ini luka yang semakin membusuk
Semakin busuk dan busuk sampai baunya menusuk
Oh candaan ini juga jeritan hati

Tak pandai ku menulis
Sampai harus berfikir dan mencurahkan isi candaan
Oh Candaan yang semakin menjerit
Kuputuskan untuk menulis

Setelah menulis putus.......

Ah Akhir yang tragis dari candaan jeritan hati

IKLAS DAN SABAR

Semakin sesak,saya kira saya kuat namun salah ini menyakitkan untuk menahan.
Kukira teriak akan sedikit membantu namun semakin parah.
Kukira menghindar adalah pilihan namun itu hanya sementara dan kembali lagi.
Kuputuskan untuk meghadapinya namun saya tidak kuat.
Kukerjaka apa yang harus saya kerjakan apa yang jadi tanggungjawab, namun salah menurutnya
Bila tak ingin ada kesalahan setidaknya kasih saya satu kerjaan bukan bermacam kerjaan yang harus saya selesaikan.
Saya sadar hanya pekerja yang melaksanakan kewajiban untuk mendapatkan haknya.
Dulu saya kira akan baik - baik saja tanpa SOP pun namun ini berat dan semua seakan tertumpu di pundak yang lemah ini.
Apakah saya harus memberontak, saya kira saya tidak akan tega, 
Sebagian besar orang akan memberi solusi SABAR, saya sudah sabar dan ikhlas menurut saya namun iklas dan sabar ini seakan mulai meluntur dan harus berontak untuk sekian kalinya.

pikiran kalut 
 
 

Wednesday, 29 August 2018

PENGANGGURAN

Satu lagu yang mungkin cocok untuk suasana hati saya adalah lagu iwan fals "sarjana muda" hehehe. Namun ini lah kehidupan yang katanya berputar lebih dari 7 tahun saya bekerja dan kini saya resmi jadi pengangguran selama 3 bulan dan tak ada kerjaan sedih pasti namun ini lah zona ketidakpastiaan saya yang harus saya pikirkan dan pecahkan solusinya. Apakah harus bekerja atau buat usaha, buat usaha pernah gagal dan sekarang mulai lagi namun masih belum stabil.
Itu kisah saya sekarang saya akan coba paparkan pendapat saya tentang pengangguran. Ini pendapat saya kalau tidak sesuai dengan pendapat anda - anda semua jangan dihina heehe 

1. Bikin Frustasi
   Jujur pada diri sendiri jadi pengangguran itu punya effect yang sangat bahaya yaitu frustasi akut. Kadang melamun sendiri dan menyalahkan diri sendiri. Bila sudah seperti ini sering2 lah keluar jangan diam diri terus bahaya.
2. Malu sama Keluarga
  Malu sama keluarga ini pasti apalagi kalau kamu anak pertama dan adik2 kamu sudah pada kerja perbandingan perbandingan akan keluar dari keluarga terutama orang tua. Jangan salahkan mereka karena mereka ingin yang terbaik untuk anaknya "Cia kalakah jiga lagu"
3. Gak Punya Uang
  Ini yang bikin tepok jidat tiap hari tak ada kerjaan otomatis tak ada penghasilan dan itu menyakitkan kantong. Bila sudah sampai pada stadium ini mungkin harus ada usaha yang harus dikerjakan buat - buat tokoonline atau jadi reseller mungkin ini solusi untuk gak punya uang.
4. Menyusahkan Teman
  Kadang secara gak sadar pengangguran itu menyusahkan teman tanya sana sini, giliran ada loker gak ada uang untuk perjalanan. emzt mau kerja juga butuh dana (Mainset kebnyakan orang)

Mungkin cuma 4 ini yang pernah saya alami, intinya mah tetep semangat da rejeki mah udah ada yang ngatur tergantung kita gimana mendapatkannya mau itu usaha kerja atau gmna lah.
Yakin semua akan bermuara pada yang terbaik

Pengangguran Sukses "Sukses Nganggur"

PARTNER

Bergelimbungan di Dunia yang merupakan ladang untuk akhirat,
Ku terpikir untuk mendeskripsikan kata partner  "Not about Wife". 3 Bulan akhir ini saya tinggal denga seorang teman lumayan dekat, dia partner yang cukup baik selalu ada dan mau tiap kali saya minta banntuan.
Namun ada beberapa sikap yang kurang saya sukai pertama dia secara tidak langsung tidak mempercayai kemampuan saya so itu bikin down mental (bila gak percaya coba kamu kerja tapi hasilnya dicemooh). Kedua suka maedo (merendahkan) orang itu yang saya paling bikin jengkel. Tidak semua orang menguasai semua yang ada di dunia ini.Ketiga sikap keras kepalanya,mengikut apa yang dia putuskan.
Jujur saya ingin keluar dari zona ini dan mencari partner lain namun bila saya keluar sekarang saya akan menjadi pengecut yang hanya melarikan diri.
dia partner yang baik namun bukan partner yang baik.

PARTNER

Partner yang baik adalah dia yang percaya akan kemampuamu dan percaya
partner yang baik bukan dia yang selalu ada disampingmu tpi dia yang mau mendengar keluh kesahmu
Partner yang baik dia akan selalu menduung keputusanmu bukan dia yang dikit - dikit kasih down mentalmu
Partner yang baik bukan keras kepala memaksakan keinginannya tanpa mau mendengar opsi lain dari keputusannya

Partner i need you

Tuesday, 7 June 2016

Bersantai di Kaki Manglayang

  
Pagi hari saya dengan teman saya menghadiri undangan yang diberikan oleh teman saya, acaranya begitu sederhana namun sangat menyenangkan. Saya hadir karena penasaran meski sempat ada rasa kecewa karena acaranya saya tetap mengikuti acara sampai beres. Namun kita tidak akan membahas tentang acara kita akan membahas tentang tempatnya hehehe.
Ya tepat dikaki Gunung Manglayang, saya duduk santa bersama teman saya makan dengan cuek tanpa peduli kata orang karena itulah apa yang saya dapat selama lebih dari 6 tahun di kota. Jangankan menawarkan makan bertegur sapa saja mungkin tak pernah bila berpapasan dijalan. 
Manglayang yang berada di Pinggiran Kabupaten Bandung. Tempatnya masih asri ada satu tempat wisata namanya batu kuda bila anda pernah ke Manglayang pasti tahu bagaimana bentuk Batu Kuda tersebut namun saya yang sudah sering ke Manglayang sampai saat ini belum tahu dimana batu kudanya hehhehe. Apakah tempat ini ?
tapi jujur saya belum tahu mana batu kudanya,
saya senang karena masih asrinya tempat ini namun ada beberapa yang kurang yaitu kurangnya tempat sampah jadi banyak dari pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Untuk urusan kamar mandi atau WC harus ada sedikit renovasi menurut saya seperti itu.
sekian bila anda tertarik untuk ke mangkayang bisa saya temani sekalian kita ke puncaknya.

terima kasih

Wednesday, 27 April 2016

Water dance teras cikapundung,bandung





Bila malam minggu anda kurang asyik ayo main ke sini teras Cikapundung,

melepas penat dengan segala kesibukan dari hari senin sampai sabtu.


Thursday, 17 March 2016

Kebersihan Sebagian dari Iman, Cari Pasangan yang Peduli Kebersihan

Pernahkah anda membersihka tempat tinggal anda? pernhkah anda membersihkan hati anda? atau pernahkan anda membesihkan kamar mandi anda?, ingat saudaraku kebersihan itu sangatlah penting itu menggambarkan bagaimana kepribadianmu apakah berantakan atai tertata.



Sebagian orang aka menganggap bahwa kebersihan itu tugas segelintir orang yang dibayar sebagai petugas kebersihan, hilangkan mainsite seperti itu kita harus sadar akan kebersihan diri terutama kebersihan hati, ingat apakah kamu akan membayar petugas kebersihan untuk membersihkan hatimu dari semua sifat maksiat yang kamu punya? berani nayar berapa kamu?.

Di zaman yang serba modern ini semua bisa diselesaikan dengan uang katanya, namun uang tidaklah jaminan untuk sebuah kebahagian. anda banyak uang namun tak punya kebersihan apa yang anda banggakan?


Anda mencari pasangan hidup carilah yang kamar mandinya bersih tidak jorok, itulah calon pendamping yang akan membawamu pada hidup yanglebih baik, karena dia sangat memperhatikan kebersihan.

Wednesday, 2 March 2016

Cinta Ditolak Tubuh pun Loncat

Perkembangan anak yang terkontaminasi dengan adanya tontonan yang tak mendidik, pengawasan penggunaan smartphone yang kurang. Kadang menyebabkan mereka lebih bisa berinteraksi dengan hal yang fiktif, bertindak sesuai dengan apa yang dilihat dari smartphonnya tersebut.
Namun semua dapat dihindari jika kita sebagai orang tua faham betul akan kemajuan teknologi sekarang, sekarang bukannya zamannya surat lewat kantor pos, menyatakan cinta lewat secarik kertas, kirim salam lewat atensi radio itu sudah tidak zaman meski disebagian daerah masih ada yang menggunakan cara seperti itu.Sebagai orang tua kita harus mengawasi anak-anak kecil yang sudah mulai mengenal percintaan, bahkan anak SD ingin bunuh diri gara - gara cintanya ditolak, wow Apa yang kamu pikirkan jang?.

Selain orang tua kerabat sekitar juga harus memperhatikan perkembangan anak di sekitar daerahnya, setidaknya mau mengingatkan, bila ada hal yang kurang etis untuk dilakukan oleh anak - anak. Contoh seorang anak SD yang pamer kemesraan di Medsos, saya sebagai orang yang sudah berumur belum berani seperti itu, ini anak SD revolusi mental yang kebablasan. Revolusi mental harunya ada tolak ukur dan reverensi yang kuat bukan hanya sebuah ucapan, saya sebagai orang yang miris melihat ini semua hanya bisa menepuk jidat, Kok bisa ya..?.
Pelajaran di sekolahan yang lebih condong untuk menjadi seorang pegawai juga harus kita benahi setidaknya mulai dari SD kita sudah dilatih untuk memiliki mental pengusaha, itulah revolusi mental menurut saya. Kita sudah di dokrin oleh penjajah pada zaman dahulu sebagai mental pegawai apakah ini akan berlanjut pada anak cucu kita, saya harap tidak.

Peran pemerintah juga sangatlah penting untuk mengatur bagaimana sistem belajar di sekolah, apa yang didapat oleh anak cerdas di Negeri ini setelah dia lulus, namun sekali lagi miris orang - orang cerdas di negeri ini tak berakna di mata pemerintah, apa yang difikirkan? aku tidak tahu.
Semua ingin berubah semua ingin maju bila kita terus sendiri - sendiri tidak bersatu kapan akan maju, generasi penerus yang dicekoki, diracuni, diberi tontonan yang merusak akhlak kapan kita akan maju yang ada 10 tahun kedepan mungkin kita menjadi lebay, dan pandai sandiwara.


maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan

belajar tolong dikritik atau saran

Sunday, 28 February 2016

Sifat Egois Manusia

Tidak semua orang mengerti apa yang kita inginkan namun kita mengerti apa yang seharusnya kita lakukan untuk memenuhi keinginan kita tanpa harus memaksakan keinginan orang lain. Di Era serba individual ini kita akan merasa bimbang untuk meminta bantuan orang lain, Keadaaan seperti itu ada kamu sadari atau tidak. Semakin tergerusnya nilai saling gotong - royong menjadi nilai kapitalis yang hanya mementingkan diri sendiri dan kelompok, kita dapat melihat di Elite politik kita bagaimana kepaentingan partai lebih di utamakan daripada kepentingan Rakyat. Apakah ini fakta ? kita bisa menilainya sendiri.
Disini saya tidak akan membahas tentang politik karena politik adalah hak kita semua terserah bagaimana pandangan kita terhadap politik. Sebagai manusia yang katanya makhluk sosial saya lebih senang membahas tentang keadaan orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri dibanding dengan kepentingan orang sekitarnya. Ada berbagai macam karakter bawah sadar manusia yaitu thinking, feeling, sensing dan lain - lain. Bisa jadi orang yang mementingkan diri sendiri itu berkarakter sensing. Keterangan tentang sensing dapat kalian searcing di google.

Belajar menulis tolong saran dan kritiknya.....

terima kasih


Thursday, 25 February 2016

MALAM

MALAM

Sunyi terdengar dipenjuru hari
Sunyi menyimpan kerinduan 
Sunyi mengingatkan ketidakmampuan
Sunyi malam hari mencekam

Malam terlihat gulita
Sang pemakan cahaya mencuri pandangan
Sang rembulan hilang tertelan tak tersisa
Sungguh malam terlalu kejam

Malam ku arungi jalanan
Ku jelajahi kegelapan
Ku jamah bisikan bisikan jalanan
Hanya karena malam langkah kaki ku tertanam

Malam tak ada yang terdengar
Hanya suara sanyu sang pengembara malam
Hanya jeritan bayi yang kelaparan
Malam kau siksa aku dengan kerinduan

Malam tercucur air mata penyesalan
Tercurah tangisan tak bertuan
Terlelap pengembara alam mimpi
Terbangun pengembara kegelapan

Malam tetaplah malam
Yang indah bertebaran bintang tanpa pemakan cahaya
Yang mencekam karena sang kegelapan
Yang menentramkan saat pengembara mimpi lenyap



Tercurah Rindu pada mu

one

Kesenjangan Sosial dan Pemikiran Penulis

Kesenjangan sosial kata ini mungkin kata yang cocok untuk menggambarkan keadaan di Negeri ini, antara yang miskin dan yang kaya perbedaannya bagaikan langit dan bumi yang seakan tidak mungkin untuk mencapainya. Sang kaya semakin kaya sang miskin semakin teraniaya.
Kehidupan ekonomi memang teramat menyusahkan bila belum menemukan solusinya, namun percayalah bahwa pertolongan Tuhan itu ada.

Kita tidak membahas tentang bagaimana tegarnya orang (maaf) miskin, namun kita membahas sistem ekonomi yang ada di Negara ini, dalam UUD 1945 tertulis jelas dalam pasal 33 ayat 1 bahwa negara ini menganut sistem ekonomi koperasi, tapi sekarang kita lihat sistem ekonomi makro kita condong bahkan cenderung ke Kapitalis, bagaimana ini bisa terjadi?kenapa pemimpin negara ini mengingkari UUD 45? kita tidak tahu jawabnya yang pasti sistem ini akan menyengsarakan rakyat kecil, yang hanya akan menjadi penonton dalam pertunjukan persaingan ekonomi global.
MEA semakin memperkeruh kisruh ekonomi di rakyat kecil yang dulu hanya import bahan teksti, lanjut ke import beras, daging dan sekarang impor tenaga kerja why? apa yang anda pikirkan?
Namun jangan hanya menanyakan kinerja para pejabat negara namun kita juga harus belajar untuk tidak ketinggalandari negara tyetangga jangan hanya diam mari membuat usaha, atau berwirausaha, selama kita ada usaha di situ ada jalan yang akan menuntun kita pada keberhasilan meskipin akan menemui sebuah kegagalan terlebih dahulu.
salam sukses untuk kita semua...

Tuesday, 23 February 2016

Televisi Indonesia

Dibalik menjamurnya sinetron terbesit rasa miris dengan kelakuan anak - anak kecil yang menirukan gaya dan kebiasaan pemain sinetron. Bagaimana sikap lembaga yang menaungi penyiaran di Negeri ini? dan apakah pekerjaan mereka? jadi pertanyaan yang sebenarnya patut untuk diangkat dalam seminar nasioal. Dengan adanya lembaga seperti KPI sinetron jadi - jadian harusnya tidak mungkin tayang di jam anak - anak aktif. Karena anak sangat sensitif terhadap apa yang mereka tonton. Namun pada kenyataannya ini menjadi trending topik, wow apa yang ada difikiran orang - orang negeri ini? ini Negeri riil bukan negeri khayalan. Dalam kehidupan nyata selama saya di bangku sekolah sampai sekarang hampir lulus perguruan tinggi tidak ada sekolah yang memperbolehkan anak didiknya menggunakan rok super pendek. Apakah ini mendidik ? jawabannya woowwww kalian pasti tahu sendiri bila memang sekolah.

Meski terjadi protes dimana - mana nyatanya sinetron seperti ini tetap menjadi idaman masyarakat Indonesia, sungguh ironis di Negeri yang terkenal dengan budi pekerti dan sopan santunnya terkontaminasi dengan adanya sinetron imitasi dari negeri lain. Mungkin bisa diangkat kisah malin kundang, jaka tingkir, jaka tarup yang kental dengan perjuangan dan budi pekerti bukan percintaan.
Analisa saya berdasarkan kasus yang saya amati sendiri dari kehidupan nyata bahwa efek sinetron seperti ini akan membawa pada revolusi mental dari yang dulunya sudah tidak baik menjadi berantakan. Kartun yang dulu bisa merangsang kreatifitas dihilangkan diganti dengan sinetron yang merangsang tindakan penghasutan, permusuhan dan pengelompokan antar golongan. Bukankah ini sudah keluar dari Bhineka Tunggal Ika,anak jaman sekarang pasti banyak yang tidak faham makna tilisan yang dicengkram oleh burung garuda pada lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena pendidikan seperti ini sudah dianggap usang oleh para pemimpin negeri.


Sekian lah dari saya jumpa lagi lain waktu.


Monday, 22 February 2016

Bahagia Sederhana

Semua orang ingin bahagia dan itu sifat yang pasti ada dalam setiap diri manusia, namun apakah kebahagian itu akan didapat? jawabannya pasti didapat ketika kamu ikhlas dengan apa yang kamu jalani sekarang.Dan selalu bersyukur.





















Bahagia itu sederhana tak perlu harta yang melimpah untuk kita bahagia, kita hanya perlu cukup meskipun sederhana. Ada kalanya saat terpuruk itu adalah ujian yang Tuhan berikan pada kita jadi bersabarlah, bersabar bukan berarti diam namun mengusahakan untuk mencari solusi dari ujian tersebut.
Pernahkah anda merasakan bahagia? bagaimana bentuk rasa bahagia tersebut? apakah bulat, kotak, segitiga atau bagaimana? Bahagia menurut saya adalah kepuasan hati dimana kita merasa dihargai oleh orang lain, dan kita berguna bagi orang lain, setidaknya orang lain nyaman dengan kita itulah kebahagian yang mungkin orang lain tidak mengerti.
Ilusi hati tentang bahagia itu sangat menyakitkan jika hanya terobsesi dengan  harta, jadi syukuri apa yang sedang kamu miliki sekarang jangan mati matian mencari sesuatu yang sebenarnya kamu sendiri tidak mungkin bisa untuk mendapatkannya,

Sunday, 21 February 2016

Hari Senin

Apa yang anda pikirka tentang hari senin,apakah anda termasuk golongan mainstream yang membenci hari senin karena merasa senin adalah hambatan untuk lanjut liburan? aku rasa iya.
Sebagian besar orang membenci hari senin karena meraka harus menjalani rutinitas kerja yang monoton dan itu itu saja. Namun taukah anda dibalik kebenciaan itu pasti ada rasa sayang dengan hari senin terutama bagi mereka yang mempunyai kekasih di kantornya cieee.
Tetapi buklan itu yang akan saya bahas ini mengenai keutamaan hari senin. Timbul pertanyaan kenapa hari senin? ada aoa dengan hari senin?
Senin adalah awal kerja yang harusnya semangat karena awal akan menentukan sebuah akhir bila awal kerja sudah tidak semangat bagaimana anda akan bekerja selama 5 hari kedepan. coba dipikirkan.
Senin adalah dimana Rasululla sangat antusias untuk puasa.
Senin adalah hari dimana pintu surga dibuka lalu apakah orang yang malas akan masuk surga? coba renungkan!
Jadi kawan harus kita ketahui sifat malas itu adalah sifat setan jangan terlena jangan tergoda tetap semangat karena masa yang akan datang untuk orang yang semangat. Bukan untuk pemalas.

Happy a Nice Monday

Saturday, 20 February 2016

Keluar dari zona nyaman

Zona nyaman yaitu zona dimana kamu merasa cukup dengan apa yang kamu miliki dan ini adalah sebuah kepastian dimana kamu akan menerima gaji setiap bulan bagi pekerja. Di era MEA ini apakah kita akan mempertahankan zona aman?Apakah kita berani keluar dari zona nyaman?.Pertanyaan yang sering hadir di dalam pikiran.
Zona nyaman di era MEA persaingan semakin ketat karena adanya pekerja dari luar negeri yang siap untuk unjuk kemampuan dalam bekerja.pertanyaannya apakah pengusaha akan mempertahankan kita bila ada pekerja dari luar negeri?.saya rasi tidak karena akhir tahun kemarin saja banyak PHK yang dilakukan oleh perusahaan dan baru kemarin dua perusahaan besar dari negeri sakura jepang hengkang dari Indonesia tercinta ini.Bagaimana nasib para karyawannya? ya bisa kalian fikirkan sendiri, dimana sebuah perusahaan tutup pastikaryawan ikutan tutup karier di perusahaan tersebut. 
So, ayo keluar dari zona nyaman, kitausaha sekecil apapun usaha kita itu kita adalah bosnya.
Apakah kita berani keluar dari zona nyaman? harus berani karena ini adalah paksaan yang harus kita jalani dengan sistem ekonomi yang sekarang bisa dibilang kita sekarang masuk dalam ekonomi kapitalis yang kaya semakin jaya yang miskin semakin tersingkir,Meskipun dalam kenyataannya kita menganut sisitem ekonomi koperasi. Mulai usaha dari yang paling terkecil alias tanpa modal dengan memasarkan produk orang lain terlebih dahulu, jualan jasa seperti jasa instal ulang komputer,selama kita punya kemampuan gunakannlah.
Tetap semangat hilangkan mindset kita tentang keluar zona nyaman akan hilang pendapatan, itu salah kita keluar dari zona nyaman justru pendapatan kita tidak terbatas yang biasanya kerja penuh tekanan dan paksaan kita dapat menentukan sendiri porsi kerjaan kita sehari - hari.

terima kasih bila ada kesalahn dengan pemikiran saya mohon untuk diberi masukan,

Wakhid Ahmad


Wednesday, 17 February 2016

Puisi untukmu Ayah

Ayah.....
Selalu ada do'a disetiap detak nadimu
Selalu terselip kasih disetiap tutur katamu
Tak terhingga kau memberi nasihat pada diriku

Ayah.....
Terakhir saya lihat senyummu
Menyiratkan sebuah kebanggan pada anakmu
Mengisyaratkan harapan yang besar pada anakmu

Ayah...
Tak peluh ku ucap terima kasih
Semua nasehatmu,marahamu, nampak jelas
Baru setelah 23 tahun,,

Ayah ...
Saya sadar betapa berartinya sebuah marah
Dulu yang tak pernah terfikir olehku
Menjadi mandiri karenamu

Ayah,.....
Mimpiku tak banyak cukup ingin melihatmu
Tersenyum bangga melihat anakmu



By :

Sarjana belum jadi

Monday, 8 February 2016

Senja di Pelabuhan Kecil Sri Ayati

Senja di Pelabuhan Kecil
Buat Sri Ayati
Karya : Chairil Anwar

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap.

Biografi Chairil Anwar

Tokoh satu ini dikenal masyarakat Indonesia sebagai salah satu penyai terhebat yang pernah dimiliki Indonesia. Dia merupakan Penyair Angkatan '45. Karya-karyanya sudah banyak diterbitkan. Berikut Biografi dan Profil lengkap Chairil Anwar. Beliau dilahirkan di Medan, 26 Julai 1922. Dia dibesarkan dalam keluarga yang cukup berantakan. Kedua ibu bapaknya bercerai, dan ayahnya menikah lagi. Selepas perceraian itu, selepas SMA, Chairil Anwar mengikut ibunya ke Jakarta. Semasa kecil di Medan, Chairil sangat dekat dengan neneknya. Keakraban ini begitu memberi kesan kepada hidup Chairil Anwar. Dalam hidupnya yang amat jarang berduka, salah satu kepedihan terhebat adalah saat neneknya meninggal dunia. Chairil melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih:

Bukan kematian benar yang menusuk kalbu
Keridhaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu atas debu
Dan duka maha tuan bertahta

Setelah neneknya tiada, ibu adalah wanita kedua yang paling Chairil puja. Dia bahkan terbiasa membilang nama ayahnya, Tulus, di depan sang Ibu, sebagai tanda menyebelahi nasib si ibu. Dan di depan ibunya, Chairil acapkali kehilangan sisinya yang liar. Beberapa puisi Chairil juga menunjukkan kecintaannya pada ibunya.

Kehidupan Chairil Anwar
Sejak kecil, semangat Chairil terkenal kedegilannya. Seorang teman dekatnya Sjamsul Ridwan, pernah membuat suatu tulisan tentang kehidupan Chairil Anwar ketika semasa kecil. Menurut dia, salah satu sifat Chairil pada masa kanak-kanaknya ialah pantang dikalahkan, baik pantang kalah dalam suatu persaingan, maupun dalam mendapatkan keinginan hatinya. Keinginan dan hasrat untuk mendapatkan itulah yang menyebabkan jiwanya selalu meluap-luap, menyala-nyala, boleh dikatakan tidak pernah diam.

Rakannya, Jassin pun punya kenangan tentang ini. “Kami pernah bermain bulu tangkis bersama, dan dia kalah. Tapi dia tak mengakui kekalahannya,
Advertisement
dan mengajak bertanding terus. Akhirnya saya kalah. Semua itu kerana kami bertanding di depan para gadis.”

Wanita adalah dunia Chairil sesudah buku. Tercatat nama Ida, Sri Ayati, Gadis Rasyid, Mirat, dan Roosmeini sebagai gadis yang dikejar-kejar Chairil. Dan semua nama gadis itu bahkan masuk ke dalam puisi-puisi Chairil. Namun, kepada gadis Karawang, Hapsah, Chairil telah menikahinya.

Chairil Anwar Meninggal Dunia
Pernikahan itu tak berumur panjang. Disebabkan kesulitan ekonomi, dan gaya hidup Chairil yang tak berubah, Hapsah meminta cerai. Saat anaknya berumur 7 bulan, Chairil pun menjadi duda. Tak lama setelah itu, pukul 15.15 WIB, 28 April 1949, Chairil meninggal dunia. Ada beberapa versi tentang sakitnya. Tapi yang pasti, TBC kronis dan sipilis.

Umur Chairil memang pendek, 27 tahun. Tapi kependekan itu meninggalkan banyak hal bagi perkembangan kesusasteraan Indonesia. Malah dia menjadi contoh terbaik, untuk sikap yang tidak bersungguh-sungguh di dalam menggeluti kesenian. Sikap inilah yang membuat anaknya, Evawani Chairil Anwar, seorang notaris di Bekasi, harus meminta maaf, saat mengenang kematian ayahnya, di tahun 1999, “Saya minta maaf, karena kini saya hidup di suatu dunia yang bertentangan dengan dunia Chairil Anwar.”

Aku

 Aku



Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kauTak perlu sedu sedan ituAku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuangBiar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjangLuka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih periDan akan akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi
TAK SEPADAN
Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros

Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu juga pintu terbuka

Jadi baik juga kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka

Februari 1943

Wednesday, 30 September 2015

Kerawang Bekasi,Chairil Anwar

KRAWANG BEKASI
Karya : Chairil Anwar


Kami yang kini terbaring antara Krawang - Bekasi
Tidak bisa teriak  "Merdeka" dan angkat senjata lagi
Tapi siapakan yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan mendegap hati
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami. Kamisudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan 4 -5 ribu nyawa
Kami cuma tulang tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang tulang berserakan atau jiwa kami melayang
untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa apa
Kami tidak tahu kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata Kamibicara  padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dindingyang berdetak
Kenang, Kenanglah  kami
Teruskan teruskanlah jiwa kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Sjahrir Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, Kenanglah kami
Yang tinggal tulang tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring untuk krawang bekasi


Karawang Bekasi Karya Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi
(1948)
- See more at: http://orb.web.id/puisi-karawang-bekasi.html#sthash.Ak6yNIIT.dpuf

Karawang Bekasi Karya Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi
(1948)
- See more at: http://orb.web.id/puisi-karawang-bekasi.html#sthash.Ak6yNIIT.dpuf

Karawang Bekasi Karya Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi
(1948)
- See more at: http://orb.web.id/puisi-karawang-bekasi.html#sthash.Ak6yNIIT.dpufsss

Karawang Bekasi Karya Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi
(1948)
- See more at: http://orb.web.id/puisi-karawang-bekasi.html#sthash.Ak6yNIIT.dpukjjhkhshda

Karawang Bekasi Karya Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi
(1948)
- See more at: http://orb.web.id/puisi-karawang-bekasi.html#sthash.Ak6yNIIT.dpuf